Prajurit jadi Mayor, Respon Panggilan Tuhan..!


Ada sebuah cerita menarik mengenai seorang prajurit Napoleon. Suatu ketika saat ikut serta dengan Napoleon berlayar, dalam suatu kejadian prajurit ini berhasil menyelematkan Napoleon dari sebuah kecelakaan. Napoleon kemudian di depan banyak orang menyalami prajurit ini dan berkata “Terima kasih, Mayor!”. Prajurit ini kaget karena dirinya hanyalah seorang prajurit, bukan Mayor. Menjadi seorang Mayor haruslah menempuh pendidikan, perjalanan, dan perjuangan yang sangat lama. Sungguh sangat jauh dengan kondisinya saat ini. Si prajurit ini hanya tersenyum simpul sambil berkata dalam hati “Ah, aku hanyalah seorang prajurit”.

Sampailah waktunya makan bersama. Si prajurit ini seperti biasa memasuki barak tempat para prajurit makan bersama. Meja-meja di tempat prajurit agak tidak terawat dan terkesan lebih kotor dibanding dengan tempat makan para atasannya. Si prajurit kemudian masuk ke dalam antrian untuk mengambil makanan. Tiba-tiba dari belakang pundaknya ditepuk oleh penjaga tempat makan disitu. Penjaga itu bilang “Maaf, mengapa anda makan di tempat ini, Mayor? Tempat anda ada disebelah sana” sambil menunjuk tempat makan para atasan seperti Kapten dan Mayor. Si prajurit kontan saja kaget dan bingung. Dia bersikap tidak peduli dengan perkataan si penjaga tempat makan dan tetap mengantri makanan di tempat tersebut. Dalam hatinya dia berkata “Kenapa orang-orang ini terus berkata bahwa aku Mayor. Aku adalah seorang prajurit!”

Si Prajurit pun pulang ke rumahnya dan bertemu dengan keluarganya. Sehabis makan malam, si prajurit ini pun menceritakan kejadian yang baru saja terjadi dengannya kepada sang istri.
“Istriku, hari ini aku berhasil menyelamatkan Napoleon dari sebuah kecelakaan kapal. Lucunya, dia mengucapkan terima kasih kepadaku dan menyebutkan bahwa aku adalah seorang Mayor. Kemudian sewaktu aku makan siang di barak, aku diminta untuk makan di tempat para atasan seperti Mayor menyantap hidangannya. Aneh sekali, masakan hanya gara-gara seorang Napoleon berkata bahwa aku adalah seorang Mayor maka jabatanku tiba-tiba menjadi seorang Mayor?”
Istrinya berpikir sejenak dan mengambil nafas panjang. Dengan tenang sang istri berkata “Pak, kamu adalah seorang Mayor kalau dirimu percaya akan hal tersebut”.

Teman-teman, bukankah hidup seringkali seperti itu? Dalam banyak hal, yang menghambat diri kita menjadi seseorang yang besar adalah diri kita sendiri. Kita punya kecenderungan tidak percaya pada potensi besar yang kita miliki, bahkan ketika banyak orang disekitar kita sudah mengkonfirmasi kepada kita sekalipun. Mirisnya, bahkan ketika Allah sendiri sudah mengatakan kepada anda, anda hanya mengira bahwa Allah sedang bercanda.

“Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya…” (Matius 25:15)

Saya percaya bahwa Tuhan menitipkan setidaknya satu buah talenta kepada masing-masing kita sesuai dengan kesanggupan kita untuk kemudian kita kelola dan kembangkan untuk melayani Tuhan. Minimal kamu punya satu talenta yang siap dipakai Tuhan, maka kamu sudah siap melayani Tuhan dan menggoncangkan dunia!
Jadi, sekarang keputusannya ada di kamu. Sekali kamu percaya dan mengatakan bahwa dirimu adalah seorang “Mayor” hanya karena seorang “Napoleon” berkata seperti itu, maka kamu sedang meraih sebuah kesempatan besar dalam hidupmu untuk melayani Tuhan. Jangan tunggu sampai kamu diusir dari tempat makan prajurit, tidak perlu bertanya kepada puluhan temanmu untuk mengkonfirmasi apakah ini benar panggilanmu atau tidak. Tuhan yang sudah memanggilmu, bukan yang lain.

Selamat melayani dan menggoncangkan dunia!

ditulis oleh: Julbintor Kembaren
*penulis adalah anggota Mamre GBKP Runggun Bogor

Bujur man Silih kami Kembaren, salam man temanta i GBKP Runggun Bogor,
Selamat melayani..!!

Pt.Mascottaria Purba
GBKP Runggun Perawang, Klasis Riau-Sumbar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: