Estimasi dan Estimator, Provokasi dan Provokator, nasi dan ….


Kalau ada rencana atau planning satu proyek, biasanya sudah dipertimbangkan beberapa hal yang menyangkut realisasi proyek tersebut mulai dari starting sampai comissioning.
ikpp-wp_estimasi daa estimator_12-02-2013
Pada tahap estimasi atau perhitungan awal biaya yang dibutuhkan untuk satu proyek, baik biaya material atau upah kerja, maka sebagai estimator atau petugas yang melakukan estimasi tersebut perlu beberapa pekerjaan yang biasanya dilakukan antara lain (dari pengalaman selama ini jadi estimator electrical and instrumentation engineer) :
– survey lokasi proyek untuk bekal awal
untuk pengecheckan lokasi kerja untuk proyek tersebut, ada baiknya dan seharusnya dilakukan oleh beberapa pihak yang berhubungan seperti dari pihak user (end user) atau pemakai/pengguna, dan pihak engineer atau teknisi atau handling unit atau penangan. Dengan waktu dan tempat yang sudah disepakati tersebut, masing-masing mempersiapkan peralatan yang diperlukan misalnya untuk mengukur jarak dengan meteran, atau dengan alat ukur digital lainnya. Koordinasi dengan beberapa pihak sangat penting karena akan berpengaruh pada proses selanjutnya, jadi pada tahap ini sebagai bahan mentah untuk proses estimasi dan seterusnya.

– desain dan gambar lay out atau lokasi dan bangungan
Pada tahap ini, menggambar lokasi kerja sangat penting untuk mengetahui jarak dari satu point ke point lainnya, misalnya pada pengalaman dinas luar dulu ke satu daerah di Kerinci, kita menggambar lokasi kerja letak dari ruang genset, sampai ke lokasi mess karyawan yang ada beberapa rumah termasuk titik pemasangan tiang jaringan sekaligus tiang lampu penerangan jalan umum.

Pada tahap inipun lebih baik bersama-sama dengan pihak pengguna agar kita sebagai teknisi tahu apa yang mereka butuhkan dan sekaligus memberikan saran sebagai masukan dari sisi teknisnya, misalnya ketinggian tiang jaringan listrik/lampu, pengaturan distribusi power agar merata, dll.
Hasil gambar tangan tersebut akan digambar dengan program di komputer seperti autocad atau lainnya (freecad = opensource), dan pada tahap menggambar ini kadang menyita cukup banyak waktu dan harga yang mahal. Saya pernah sharing dengan seorang teknisi dari sebuah perusahaan kontraktor besar, untuk jasa desain dan gambar ini saja perlu dana jutaan rupiah. Masuk akal juga, karena dengan desain yang benar maka hasilnya akan sesuai kebutuhan, sebaliknya jika desainnya saja sudah salah, dan yang mengikutinya di lapangan tidak ada filter sisi skil dan pengetahuan, alhasil hasilnya akan berbeda.

– estimasi pekerjaan
Sampailah waktunya estimasi pekerjaan untuk skop kerja dan material. Untuk upah kerja dan biaya material ini harus di lihat dan dipertimbangkan agar tidak terlalu sering dead lock di proses tender salah satu penyebanya mungkin karena budget terlalu murah, kalau terlalu mahal, para kontraktor sebagai peserta tender malah senang, tapi hal ini jarang terjadi.
Over budget atau budget yang tidak sesuai dengan sebagian atau seluruh peserta tender, menyebabkan estimasi ulang, dan kasus ini sering menjadi dilema, karena dasar untuk menaikkan nilai dari tiap item di upah kerja maupun material mesti ada dasarnya, apakah dari nilai pada proyek sebelumnya atau dari nilai yang dapat dipertanggungjawabkan kepada pimpinan tertinggi nantinya.
Pada proyek-proyek yang besar, atau pada aktualnya tidak sama dengan estimasi, kadang perlu dibuat satu proyek penambahan dengan nilai yang tidak boleh lebih besar sekian persen dari nilai total proyek awal.

– proses tender dan eksekusi di lapangan
Tender, biasanya dilakukan setelah proses estimasi dan persetujuan selesai dilakukan. Untuk mendapatkan Kontraktor yang dapat mengerjakan pekerjaan tersebut sebelumnya harus ada proses pra tender atau kita sering sebut aanwidzig (sering di baca anwijing), dimana pada kesempatan tersebut semua pihak terkait duduk bersama untuk membahas kebutuhan proyek tersebut dan standar yang berlaku termasuk hal-hal yang perlu disampaikan untuk pelaksanaan di lapangan. Sering juga, usai tender pertama, ada tender berikutnya tergantung hasil tender yang pertama seperti yang sudah disebutkan di atas, jika ada dead lock tender, maka akan ada tender ulang.

– proses pembayaran oleh pihak yang berwenang (akunting)
Kalau sudah selesai kerja, maka pembayaran adalah hal terakhir dilakukan oleh pihak terkait kepada pekerja atau kontraktor.

– closing
Akhirnya, satu proyek selesai dilakukan, dan close atau ditutup, berikutnya untuk proyek yang baru.

Itulah sebagian pengalaman kerja yang sudah lebih dari 10 tahun kami jalani sampai sekarang (existing) sebagai estimator electrical and instrumentation engineer, semoga bermanfaat bagi pembaca blog ini.

Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: